Home

Selasa, 26 November 2013

Gunung Perahu Dieng

Wisata Dieng Dengan segala keunikan pesona dan budaya dan alamnya telah menjadi aset Wisata unggulan di Jawatengah dan Di Indonesia. Keindahan panorama serta Warisan budaya leluhur yang masih terasa kental baik berupa peninggalan-peninggalan purbakala maupun tradisi-tradisi masih terjaga dan tetap dikembangkan oleh masyarakat di Dataran Tinggi Dieng
Gunung Prahu adalah sebuah gunung yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng tepat di perbatasan Kabupaten Kendal dengan Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Berada di koordinat 7°11′13″LU 109°55′22″BT.
Gunung itu merupakan salah satu puncak di Dataran Tinggi Dieng selain Gunung Sipandu, Gunung Pangamun-amun, dan Gunung Juranggrawah ini memiliki ketinggian 2.565 meter di atas paras laut.
Gunung ini memiliki kawasan hutan yang masih asri, indah dan terjaga. Di dalamnya terdapat berbagai tumbuhan seperti Kantong Semar, aneka tumbuhan paku dan satwa. Sedangkan di sisi Kabupaten Wonosobo, terdapat berbagai peninggalan masa lalu berupa candi.




 Sunrise Gunung Perahu
Sunrise Gunung Perahu

Gunung Prau atau Prahu memang pendek, kadang hanya dilirik sebelah mata oleh pendaki Indonesia, tapi coba rasakan sensasi dalam pelukannya, gunung yang terkenal dengan sebutan Gunung Seribu Bukit.

Hanya memiliki ketinggian 2.565 mdpl, memang tergolong pendek dan juga tidak terkenal seperti gunung2 disekitarnya, ada Sindoro,Sumbing, Slamet, Unggaran, dll. Tapi gunung ini memiliki pesona tersendiri yang tidak kalah dengan gunung2 yang lebih terkenal dikalangan pendaki Indonesia.

Karena bentuk gunung ini memanjang, jadi secara administratif Gunung Prau yang berada di Dataran Tinggi Dieng ini meliputi wilayah Kab. Banjarnegara, Kab. Wonosobo, Kab. Batang dan Kab. Kendal. Di Campa reannya pun terdapat patok batas wilayahnya.

Gunung ini dapat ditempuh melalui beberapa Jalur Alternatif Pendakian. Lewat Jalur utara, bisa melalui Kabupaten Kendal, Semisal dari Desa Kenjuran yang berada di Kecamatan Sukoreja. Jarak tempuh perjalanan kurang lebih 6 Jam.

Alternatif lain jalur pendakian bisa dilakukan melalui Jalur selatan, yaitu lewat Dataran Tinggi Dieng atau Desa Patak Banteng. Jalur inirelatif lebih singkat, hanya sekitar 2-3 Jam perjalanan yang jalurnya lumayan terjal.



Track log diatas adalah hasil tracking dari awal start pendakian sampai turun. Untuk lebih jelasnya lihat dibawah mengenai waypoint-waypoint yang terdapat pada track log diatas.
DESA PATAK BANTENG
Berjalan sendirian dari Jakarta dan bertemu mimin Reza di Wonosobo, maka berdua saja kami melakukan pendakian ini.

Menuju Desa Patak Banteng dapat dicapai dari kota Wonosobo dengan menggunakan bis kecil jurusan Wonosobo - Dieng. Jalur ini yang saya pilih, mengingat jarak tempuh yang singkat untuk sampai ke camp areanya sekitar 3 jam saja.

POS II
Kira2 berjalan 1 jam yang tidak ada bonusnya, sampailah di Pos II, kondisi pos tidak terdapat bangunan berupa shelter ataupun pondokan

POS III
Tidak jauh dari Pos II sampailah di Pos III, kondisi sama seperti Pos II, tidak terdapat bangunan. Dari Pos III ke camp Area sudah tidak jauh lagi dan jalurnya semakin terjal, lumayan buat menguras tenaga yang kurang tidur nih.

CAMP AREA GUNUNG PRAU
Saya menyebutnya demikian, karena tempat inilah tujuan utama para pendaki, dari camp area ini kita dapat melihat tanpa halangan (kalo ga ada kabut) Gunung Sindoro Sumbing di depan mata, dan dikejauhan Gunung Merapi & Merbabu.

Panorama disekitar camp area pada sore, malam, pagi hingga siang hari

AREA PADANG SABANA & BUKIT TELETUBIES
Setelah puas berfoto-foto, kemudian perjalanan turun. Jalur turun tidak melewati jalur naek, tapi melewati Padang Sabana, Bukit Teletubies, Menara Repeater dan berakhir di Desa Dieng Kulon.

MENARA REPEATER
Kira-kira berjalan sekitar 1 jam, sampailah di Menara Repeater milik pemerintah kab Jawa Tengah, ada yang punya perhutani, operator seluler, dll.


DESA DIENG KULON
Dari Menara Repeater, menuju Desa Dieng Kulon sekitar 1 jam, dengan jalur menurun terus dengan jalur bervariasi dari terjal hingga landai. Dari sini juga dapat melihat Komplek Candi Arjuna Dieng yang terkenal itu.

TELAGA WARNA
Jalan lupa mampir ke Telaga Warna

0 komentar:

Posting Komentar